Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Bpm Kustirah Kertapati Palembang 2023

Authors

  • yuniza yuniza ikest muhammadiyah palembang

DOI:

https://doi.org/10.52523/jika.v2i1.96

Keywords:

Kata Kunci: Ibu Hamil, Kadar Hemoglobin, Prenatal Yoga

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan trimester III dimulai pada umur 28 minggu sampai 40 minggu, ibu hamil cenderung terlihat khawatir pada usia kehamilan ini mungkin merasakan ketidaknyamanan yang mempengaruhi persalinan dan masa nifasnya, ibu hamil mengalami tekanan darah dan dapat menyebabkan anemia, anemia berhubungan dengan kadar hemoglobin atau sel darah merah yang rendah, sedangkan tekanan darah berhubungan dengan kekuatan memompa jatung, maka akan dilakukan prenatal yoga. Tujuan Penelitian: Diketahui pengaruh prenatal yoga terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III. Metode penelitian : merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode penelitian eksperimental yang akan dilakukan di BPM Kustirah Kertapati Palembang dengan populasi seluruh ibu hamil trimester III. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 ibu hamil. Selanjutnya dilakukan pengecekan kadar hemoglobin terlebih dahulu setelah itu akan dilakukan prenatal yoga selama 30 menit selesai itu akan dilakukan pengecekan kadar hemoglobin ulang, pemberian prenatal yoga dilakukakan 2 minggu. Data yang terkumpul kemudian akan diolah  dan dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji dependen T.tes dan uji Shapiro- Wilk. Hasil: nilai rata-rata sebelum 12,131 dan nilai rata-rata sesudah 13,85 sedangkan median sebelum 11,900 dan median sesudah 13,800 didapatkan bahwa n ilai p-value 0.000 ( p-value < 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh prenatal yoga terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III.

Kata Kunci: Ibu Hamil, Kadar Hemoglobin, Prenatal Yoga

 

Downloads

Published

2024-05-31

How to Cite

yuniza, yuniza. (2024). Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Bpm Kustirah Kertapati Palembang 2023. Jurnal Inspirasi Kesehatan, 2(1), 94–104. https://doi.org/10.52523/jika.v2i1.96